Ujub

UJUB TANPA KITA SEDARI

Assalammualaikumm sedikit perkongsian …….. UJUB ialah perasaan kagum atas diri sendiri. Merasa diri hebat. Bangga diri. Terpesona dengan kehebatan diri.

UJUB lain, RIAK lain

Kadangkala riak dapat dielak. Tapi ujub masih ada.

Contoh:

Kita solat tahajjud diam², takda siapa tahu, dan kita tak cerita orang, dgn harapan tiada riak, sbb kerana Allah. Tetapi, dalam hati berkata², “hebat aku ni, bangun setiap malam tak pernah miss Solat Tahajjud, org lain tidurrr je…”
👆🏽itulah ujub, walaupun org lain tak tahu, & tidak riak…

Penyakit UJUB ni antara penyakit hati yg paling tersembunyi.

Perasaan UJUB boleh datang pada bila-bila masa.

• Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya.

•. Orang yang berilmu, kagum dengan ilmunya.

• Orang yang cantik, kagum dengan kecantikannya.

•. Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya.

•. Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya.

Sufyan at-Tsauri mengatakan:

“UJUB adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri sehingga kamu merasa bahawa kamu lebih mulia dan lebih tinggi darjat”

Muthrif rahimahullah telah berkata:

“Kalau aku tidur tanpa tahajud dan bangun dalam keadaan menyesal, adalah lebih baik dari aku bertahajud tetapi berasa kagum dengan amalan tahajud tadi.”

Seorang Sahabat Nabi Abu Ubaidah al-Jarrah yang menjadi Imam. Setelah selesai beliau berkata:

“Syaitan sentiasa menghasut aku supaya merasa aku ini lebih hebat dari orang di belakangku. Aku tidak mahu jadi Imam sampai bila-bila.”

Ingatlah, semua kelebihan adalah anugerah dari Allah, oleh itu kagumlah hanya kepada Allah, bukan diri sendiri.

Nabi sallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila seorang lelaki sedang berjalan dengan memakai baju yang kemas dan rambut yang disikat menyebabkan dia rasa kagum dengan pakaian dan dandanan rambutnya (perasan lawa). Lalu Allah tenggelamkan dia ke dalam muka bumi dan dia terus ditenggelamkan sampai hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Ada 3 hal yang dapat membinasakan diri seseorang iaitu KEDEKUT yang ditaati, hawa NAFSU yang diikuti dan UJUB (rasa kagum dengan diri sendiri).” (HR Al-Bazzar dan Al-Baihaqi)

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit UJUB. Sesiapa ujub dengan amalnya sendiri maka akan terhapus amalnya.” (Syarh Arba’in)

Hanya tanpa sifat Ujub, barulah ikhlas 100%. Sifat ujub boleh dikurangkan dengan:

  1. Byk² istighfar memohon ampun kpd Allah, setiap kali terdetik kehebatan diri,
  2. Mengganggap semuanya dr Allah jua, dan
  3. Berdoa mohon bantuan Allah.

Mari kita sama2 muhasabah diri, dan cuba yg terbaik. Semoga Allah bantu kita mengikis penyakit Ujub. In Shaa Allah.

Advertisements

Khadijah.

KHADIJAH

Tak Tahan Air Mata, Banyak Yang Menangis Membaca Kisah Khadijah (Istri Rasulullah) ini

Khadijah Memang Wanita Istimewa

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”
“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Khadijah

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.
Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, Muhammad?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan,” jawab Khadijah.
“Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

“Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah. “Ya Allah, ya Ilahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam.
Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib.
jawab ,menantu Rasullulah..,

Ustadz Abdul Somad, Lc, MA.

Barakallahu fiikum,

In real life.

Deeply Saddening:

While in London, I went to visit, one of the exhibition entitled: “Introduction to Islam”. This exhibition was attended by a Da’ee, who was already living there. He told us the following story :

A Scottish man came and wandered around the exhibition. He greeted me and we spoke for a while. I then asked him if there was anything he wanted to know about Islam.

He said: ‘no, no thanks. I don’t like the theory that we are used to hearing. You see, I have lived among you in several Arab ‘Muslim’ countries for many years, and I read a lot about Islam; I know a great deal about Islam!

So I asked him: “what do you know about Islam?”

He said: “Islam is a beautiful, fascinating religion that organises relationships with others, Muslim or non-muslim alike. Islam is a religion that teaches you how to worship your lord in a clear manner, how to treat your parents, your wife, your children, your neighbours, and the community in general, etc. UNFORTUNATELY your actions do the exact opposite of what you claim, because:

@you lie;
@you swear falsely;
@you steal;
@you don’t respect time;
@you slander each other;
@ you are chaotic, you don’t like organisation;
@ you belittle each other;
@ you are racist;
@ you wrongly take each others wealth;
@ you are not concerned with cleanliness;
@ you respect the rich and humiliate the poor;
@you are envious of each other;
@you take laws into your hands hiding under religion;
@you slander one another;
@you are good in concocting stories to slander whoever you hate and vice versa;
@ show me one of you here who will not rejoice at the travail of the other;
@majority of you don’t even understand the religion you claim to belong;
@those you blindly follow in your sect you take them as next to God and those of other sects are seen as worse than satan;
@ the laws in your lands are applicable to some, but not to others!

Then he said: “oh I’m sorry, you look disturbed? “

I said to him: “take what is in the book, forget the conduct of the individuals”.

He shook his head and said:
“You’re wasting your time and money by running these exhibitions, for perhaps we know you better than you know yourselves!! When most of you don’t go by the books, of what use are the books to me?
“Go back to your magnificent book, implement the principles and manners contained therein, and when you perfect the implementation, you will find the nations entering your religion in droves, without the need for exhibitions like this. We are people who are more interested in visible results, in reality as opposed to what is read in a book.”
I became dumb founded!!! A non Muslim has said it all in just a few words!!!

TH kena fitnah.

Saya dedahkan satu lagi fitnah dan penipuan dari PH sebelum PRU14.

Pada bulan Mei 2015, Tabung Haji membeli tanah TRX dari 1MDB dengan harga sekitar RM190 juta.

PH mengambil kesempatan dan menggunakan pembelian itu untuk menghasut Rakyat untuk membenci BN.

Mereka tuduh kita rompak TH dengan memaksa TH membayar harga yang terlalu tinggi untuk tanah TRX, kononnya untuk “bail-out” 1MDB.

Mereka kata tak ada banyak kegiatan di projek TRX dan ianya hanya satu lubang besar yang tidak bernilai.

Saya percaya ramai pada masa itu telah diperdayakan dan dipergunakan oleh fitnah PH.

Saya dan BN dimaki teruk pada masa itu. Kononnya saya nak rompak wang Umat Islam.

Hari ini, kita semua boleh melawat ke TRX dengan MRT.

Boleh saksikan sendiri bangunan tertinggi di Kuala Lumpur dan ASEAN.

Boleh tengok bangunan ibupejabat syarikat antarabangsa seperti Prudential, CCCC, HSBC, Lend Lease dan sebagainya di sana.

Berpuluh ribu pekerjaaan gaji tinggi secara langsung da dan ratusan ribu secara tidak langsung telah dan akan diwujudkan.

Sehingga Menteri Kewayangan menyifatkan TRX bernilai RM40 bilion kini merupakan antara aset terbaik negara.
https://www.nst.com.my/business/2019/02/459497/lge-describes-rm40b-trx-one-malaysias-best-assets-beckons-investors-take

Kita yang usahakan dan kena fitnah, Menteri Kewayangan yang rasmikan TRX pulak.

Minggu lepas, kerajaan PH mengumumkan bahawa tanah TRX milik TH ini telah dijual dengan harga RM400 juta dan ini telah memberi keuntungan RM204 juta kepada TH.

Tak sampai masa 4 tahun pun.

Dari menipu dan merompak Tabung Haji dengan tanah “lubang besar” kepada aset terbaik negara yang memberi keuntungan berganda beratus juta kepada Umat Islam.

Adakah mereka yang pernah fitnah dan maki saya tentang isu ini pada masa itu mahu mengaku dan meminta maaf?

BN dan saya buat dengan niat baik untuk memberi manfaat kepada kroni kita iaitu rakyat tetapi difitnah dan dimaki pula.

Pihak sana yang memfitnah pula menang dengan fitnah dan kini mengaut hasil daripada usaha kita.

Walaupun TH telah untung berganda, saya masih tidak setuju dengan penjualan tanah TRX itu.

TH patut membangunkan tanah itu dengan sendiri.

Mereka ada syarikat TH Properties Berhad yang mempunyai track-record yang baik.

Boleh bangunkan sendiri dan menjana pendapatan jangkamasa panjang untuk TH membayar dividen.

Kenapa nak jual tanah kosong dan membuka peluang untuk syarikat swasta kroni mengaut keuntungan dari pelaburan TH jika TH sendiri ada kebolehan untuk membangunkan tanah itu?

Ikat perut.

Penjawat awam diminta ‘ikat perut’…
🇲🇾🤳🏼✍🏼…………………………..

KUALA LUMPUR – Semua penjawat awam diminta ‘ikat perut’ buat sementara waktu sehingga kerajaan dapat mengatasi masalah kewangan negara yang dicipta oleh kerajaan terdahulu.

Perdana Menteri, Tun Dr. Mahathir Mohamad berkata, pada waktu ini kerajaan perlu memberi tumpuan untuk membayar hutang yang tinggi.
Katanya, jika kerajaan dapat membayar hutang ini, pendapatan juga akan dapat dipertingkatkan.
“Saya merayu rakan-rakan dalam Kongres Kesatuan Pekerja-pekerja Dalam Perkhidmatan Awam (CUEPACS) supaya bersabar sementara kita nak pulihkan kewangan negara. Kalau tiada tindakan ganas dan liar, dalam tiga tahun kita akan pulih semula.

“Walaupun kita bermasalah, tak sampai peringkat kebuluran. Kita sebuah negara aman, boleh pulih dengan lebih cepat. Di Asia Barat, negara mereka termusnah dan satu bilion daripada rakyat mereka akan mati kelaparan,” katanya.
Beliau berkata demikian sewaktu berucap pada majlis Perhimpunan Perdana CUEPACS Bersama Perdana Menteri di Pusat Kebudayaan dan Kesenian Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Universiti Putra Malaysia dekat sini hari ini.
Yang turut hadir ialah Ketua Setiausaha Negara, Datuk Seri Dr. Ismail Bakar dan Presiden CUEPACS, Datuk Azih Muda. – UTUSAN ONLINE